Sayyid Murtadha adalah
seorang alim. Ia punya banyak murid yang rajin menimba ilmu darinya.
Salah satunya adalah seorang muda yang selalu datang terlambat ke
hauzah-nya. Suatu ketika, ia tanyakan hal itu kepada muridnya, Mengapa
kau selalu datang terlambat?
Si Murid menjawab bahwa ia tinggal
di seberang sungai. Ia sudah berusaha menyeberang dengan perahu pertama
setiap harinya, tetapi perahu pertama ini baru akan menyeberang jika
penumpangnya sudah penuh. Karenanya, dia pun selalu terlambat.
Sayyid
Murtadha kemudian menulis sesuatu di secarik kertas, melipatnya rapat,
lalu menyegelnya. Diberikannya kertas itu kepada muridnya yang selalu
terlambat itu. Bawalah kertas ini setiap hari, seberangilah sungai, kau
akan mampu berjalan di atas air mulai besok, kata Sayyid Murtadha,
tetapi jangan pernah membuka segel kertas itu.
Esok harinya, Si
Murid menghampiri tepi sungai, dan pelan-pelan mulai mencoba berjalan
di atas air. Ia tak habis pikir, bagaimana mungkin seseorang bisa
berjalan di atas air, namun ia percaya titah gurunya sepenuhnya. Ajaib,
ternyata benar, dia bisa berjalan di atas air!